Mengapa lockdown dalam kasus covid-19 diyakini tidak akan berhasil dilakukan di NKRI?
Sebelum anda membaca artikel ini tulisan ini murni sebuah asumsi yang tidak bermaksud menjatuhkan suatu pihak dan belum tentu valid kebenarannya.
Pertama, Indonesia Negara yang sangat ramah mulai dengan
pribuminya maupun dengan para pendatangnya yang datang dari luar Negara RI.
Jika Lockdown di aplikasikan maka akan ada rasa ke-tidak enak an kepada
Negara-negara lain. BIsa dibilang Negara Indonesia yang ramah dengan dengan
pendatang dengan salah satu contoh bidangnya yaitu bidang pariwisatanya. Memang
aneh padahal Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang beragam dan langka di
antara Negara-negara lain diluar sana tetapi malah lebih memilih untuk
mempertahankan agar Pariwisatanya tetap berjalan. Memang benar Indonesia
dipenuhi beragam tempat-tempat wisata alam nya mulai dari pegunungan, pantai
dan lautnya, hingga perairan air tawarnya akan tetapi tempat-tempat tersebut
pasti akan ramai dan dari yang kita tahu virus COVID-19 ini sangat mudah
berpindah ke inang lainnya di tempat-tempat yang ramai. Kita tidak akan pernah
tahu bahwa orang-orang di tempat ramai seperti itu ada yang menderita penyakit
tersebut atau tidak, dan lebih buruknya lagi jika ternyata seseorang itu
menderita penyakit tersebut tetapi dia sendiri tidak sadar kalau diapun
penderita penyakit tersebut.
Kedua, Masyarakat Indonesia sangat mudah bosan dengan
keadaan. Apapun keadaannya pasti kadang muncul di benak mereka bahwa liburan di
dalam negeri sudah membosankan hanya itu-itu saja, pasti mereka berpikir untuk
pergi mencari tempat- tempat wisata yang tidak ada di negaranya sendiri. Barulah
mereka akan pergi keluar negeri mencari kesenangan mereka sendiri tanpa
mengingat konsekuensi yang ada.
Ketiga, Logika Masyarakat atau persepsi masyarakat masih
banyak yang tidak mempertimbangkan kesinambungan antara agama dan ilmu.
Mereka-mereka yang saya sebut oknum ini kadang hanya melihat dari sebelah mata
saja atau dari satu sudut pandang saja tanpa memikirkan dan mempertimbangkan
keseninambungan antar keduanya. Tidak perlu lah saya beri contoh karena memang
begitu adanya. Mengapa mereka hanya melihat dari satu sudut pandang saja?
apakah sesempit itukah dunia mereka? Bukannya mengklaim kalau orang yang
seperti itu sepenuhnya salah, tetapi hanya saja kita suka dibuat terheran heran
oleh pemikiran mereka. Menurut saya memanglah sudut pandang dari segi agama itu
penting dan saya yakin 100% akurat dengan keadaan sekarang, tapi yang harus
kita ingat adalah sejauh mana kita dapat menafsirkan atau mengartikan sudut
pandang tersebut. Memang agama sudah ada sejak sebelum munculnya ilmu akan
tetapi agama ini sebenarnya bisa kuat karena adanya bantuan ilmu yang diberikan
oleh Tuhan Yang Maha Esa Pula. Tidak mungkin tuhan menciptakan agama dan ilmu
itu untuk saling berlawanan melainkan dipakai untuk mencapai kesempurnaan
walaupun kesempurnaan hanya milik Tuhan yang Maha Esa semata. Zaman pun semakin
lama semakin berkembang dan walapun suatu sudut pandang agama tersebut ada
tetapi penafsirannya bisa berbeda lagi karena munculnya era globalisasi ini dan
makannya Indonesia butuh orang-orang yanga dapat menyeimbangkan kedua hal
tersebut agar masyarakat semakin tinggi tingkat kepedulian dan ke-awas an
mereka maka saya yakin apapun yang dihimbau oleh pemerintah dan para ahli pasti
akan mereka turuti jika kebaran nya sudah terungkap, tidak ada lagi pertikaian
hal yang konyol yang hanya memecah belah persatuan, tetapi yang ada minimal
kepedulian terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya.
Dapat disimpulkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia
ini akan sulit menghadapi lockdown, dimulai dari tingkat kepedulian masyarakat
yang kurang, kurangnnya kepercayaan masyarakat dengan para ahli ataupun
pemerintah, dan yang terakhir keegoisan mereka terhadap sesuatu yang mereka
sendiri anggap penting tetapi lupa dengan kepentingan lingkungan sekitarnya
yang dimana akan berdampak kepada dirinya sendiri.
Komentar
Posting Komentar